Ingat obsesi saya untuk menjadi arsitek?

Setelah ditolak tujuh kali oleh arsitektur,  kuliah setahun di teknik sipil lalu kemudian didamparkan setahun di seni rupa sebagai TPB, akhirnya saya masuk Desain Interior. Kenapa DI? Kata orang sih, ini adalah ilmu yang paliiiiiiiing serumpun dengan arsitektur. Oke, apapun untuk arsi.

Awalnya sih nggak yakin. Nggak percaya. Masih keukeuh dan ngeyel. Pokonya S2 harus arsitektur. Lalu, setelah hampir satu bulan kuliah di DI, saya sadar. Malu deh udah pernah segitu keras kepalanya, terutama sama Tuhan.

Masih inget banget kata-kata orangtua waktu saya harus rela masuk jurusan yang tidak sesuai harapan, “Yang kamu inginkan belum tentu yang kamu butuhkan. Tapi Allah pasti akan selalu memberikan yang terbaik.” Waktu itu saya nggak mau nyerah. Nggak mau kalah dan tetap berusaha melawan kenyataan.

Saya juga masih ingat kata-kata seorang teman saat dia tahu saya keterima DI,”Akhirnya keterima sesuatu yang kamu pengenin ya,Med!” Iya. AKHIRNYA. Lalu saya mengikuti kuliah dan semua kegitan di DI selama sebulan ini. Saya berusaha untuk nggak keras kepala dan nggak terus meyakinkan diri kalau DI itu bukan arsitektur.

Terus, di setiap kuliah, di setiap materi yang diterangkan oleh dosen, saya sadar kalau apa yang selama ini saya inginkan, apa yang selama ini saya kira ada di arsi, ternyata.. ternyata oh ternyata, ada di interior. Oh men! Malu! Bukan malu sama diri sendiri, orangtua atau temen-temen. Tapi sama Tuhan.

Eh, jadi selama ini? Eh, coba kalo dulu keterim arsi? Eh coba kalo ga pernah keterima FSRD? Eh? Eh?

Arsi itu ternyata luas. DI itu ternyata salah satu bagian dari arsi. Nama lainnya DI itu Arsitektur Interior.

Pas cerita ini ke mama, beliau cuma bilang, ” Tuh kan! Allah itu sayang banget sama kamu. Yang terbaik buat kamu emang interior. Kamu kan suka detail, nah sekarang dapet tuh kuliah yang ngurusin hal-hal detail.”

Dan sekarang, saya lagi jatuh cinta sejatuh-jatuhnya sama desain interior. Aduh, maaf ya, Ya Allah. Maaf banget udah pernah ngeyel, keras kepala, nggak mau nerima kenyataan. Maaf maaaaaaaaf banget.

Eh iya, sama satu lagi kata mamah,”Siapa tau juga malah bisa ketemu jodoh di ITB..” atau di interior? AHAHAHAHA. #sampah #fail #skip #AMIN

HAHAHA. :P

Saya percaya bahwa segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya. Dan Allah pasti akan selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hambanya.

Posted 5 months ago with Notes
View Notes